Ngubek Leuwi di Festival Cipasarangan

Setiap libur lebaran, masyarakat kecamatan Cikelet melakukan sebuah acara unik bernama Ngubek Leuwi. Di acara ini, semua yang hadir, baik warga lokal maupun para wisatawan dan tamu undangan, akan turun ke sungai dan menangkap ikan secara masal di lubuk sungai.

Di tahun ini, ritual budaya Ngubek Leuwi di Festival Cipasarangan 7 akan diadakan pada hari Rabu, tanggal 28 Juni 2017 di Leuwi Cikelet, Daerah Aliran Sungai Cipasarangan.

Acara hajat lembur atau pesta rakyat ini ternyata merupakan sebuah ritual budaya yang memiliki latar belakang dan nilai filosofis yang mendalam. Pertama kali dilaksanakan pada tahun 2010, acara ini diadakan sebagai penanda masyarakat akan musibah banjir bandang yang menerjang belasan kampung di kecamatan Cikelet akibat pembalakan hutan di hulu sungai Cipasarangan. Sejatinya ritual budaya ini dimaksudkan agar menjadi pemantik kesadaran masyarakat akan pentingnya memelihara mata air dan menjaga hutan sebagai sumber kehidupan.

Ritual budaya Ngubek Leuwi ini diawali dengan tradisi Reke’s, yaitu penyampaian permohonan oleh kuncen Kampung Dukuh. Selanjutnya kuncen memberi air dari mata air Gunung Dukuh yang dibawa menggunakan Ke’le’ (semacam lodong dari bambu Haur) untuk di tumpahkan ke Sungai Cipasarangan dalam prosesi Kawin Cai. Mata air Gunung Dukuh ini ditumpahkan ke Sungai Cipasarangan bersama delapan mata air lainnya dari seluruh Garut . Adapun  ke Sembilan  mata air yang akan diambil  pada ritual budaya terdiri dari;  mata air Gunung Dukuh, Gunung Kasur, Ciseundeuhan, Cimangke, Cikandang, Cimanuk, Cikaret, Cikarang, dan Cipalebuh.

Setelah prosesi Kawin Cai, kegiatan akan dilanjutkan ke acara puncak yaitu seluruh masyarakat dan pengunjung tumpah ruah berbagi kebahagiaan dengan menangkap ikan (tanpa bantuan alat tangkap) secara bersama-sama di aliran Sungai Cipasarangan. Jangan takut tidak kebagian ikan karena sungai ini sudah ditanami ikan-ikan terlebih dahulu. Ikan-ikan tersebut merupakan pemberian warga kecamatan Cikelet yang disumbangkan secara sukarela kepada panitia acara. Menurut penuturan panitia, akan ada satu ton atau 1000 kg ikan yang akan diterima panitia.

Selain sarat akan nilai filosofis, acara ini juga mempunyai manfaat sosial yang luas, terutama bagi masyarakat kecamatan Cikelet. Acara Ngubek Leuwi di Festival Cipasarangan 7 ini berdampak besar terhadap indeks kebahagiaan warga, dan kini telah menjadi ruang ekonomi masyarakat Kec. Cikelet. Hiburan seni tradisi yang unik, serta pasar rakyat hasil produksi masyarakat, adalah perwujudan dari manfaat sosial ini.

Pasar rakyat hasil produksi khas masyarakat akan menggelar banyak produk diantaranya produk kuliner, kerajinan, pakaian, produksi pertanian dan produk unggulan lainnya. Setelah selesai acara, wisatawan yang hadir pun dapat menikmati suasana pantai-pantai eksotis di Garut Selatan. Alhasil ritual budaya ini menjadi ruang silaturahmi masyarakat yang mulai berdampak pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat kecamatan Cikelet, dan Garut Selatan pada umumnya.

Setiap tahunnya, hampir semua warga masyarakat kecamatan Cikelet beserta ribuan wisatawan antusias mengikuti acara ini. Acara ini juga seringkali dimeriahkan oleh para pejabat pemerintahan. Acara yang diselenggarakan oleh Rumah Budaya CKLT (Cipta Kreatif Lintas Talenta) ini memang sudah menjadi acara kebanggaan warga Cikelet.

Festival Cipasarangan 7 ini merupakan ekspresi syukur masyarakat atas berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT, terutama limpahan potensi alam dan budaya serta ketenangan dan kedamaian hidup yang melingkupi masyarakatnya. Mari kita meriahkan acaranya dengan ikut meresapi rasa syukur masyarakat Cikelet sebagai pembelajaran bagi kita juga untuk lebih banyak bersyukur atas anugerah yang bisa kita nikmati.

sumber : Jelajah Garut

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>