Festival Keraton Nusantara 2017

Kota Cirebon kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelengaraan Festival Keraton Nusantara 2017 pada 15-20 September mendatang. Even FKN ke-11 tahun ini merupakan yang kedua kalinya digelar di Cirebon, setelah 20 tahun lalu, pada FKN pertama.

Festival Keraton Nusantara berawal dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada tahun 1992. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN). Festival Keraton Nusantara digelar untuk pertama kalinya pada tahun 1995 di Yogyakarta dengan diikuti 20 utusan keraton/istana dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia.

Event seni budaya keraton ini dilaksanakan tiap dua tahun sekali. Dan pada tahun 1997 diselenggarakanlah Festival Keraton Nusantara yang ke-2 di Cirebon. Tercatat 23 utusan keraton turut berpartisipasi dalam FKN II.

FKN III semestinya digelar di Kerajaan Bima pada tahun 1999. Namun akibat krisis moneter dan krisis politik di Indonesia yang masih berlarut-larut pada waktu itu menyebabkan kegiatan ini batal diselenggarakan.

Setelah 5 tahun vakum, kegiatan FKN kembali digelar untuk yang ketiga kalinya dengan menunjuk Keraton Kutai Kartanegara di kota Tenggarong, Kalimantan Timur sebagai tuan rumah. FKN III diadakan pada bulan September bersamaan dengan festival budaya Erau Kutai Kartanegara.

Seluruh materi yang akan disajikan dalam Festival Keraton Nusantara adalah rangkaian pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton:

  • Kirab Agung Prajurit Keraton
  • Pagelaran Kesenian Keraton
  • Pagelaran Upacara Adat Keraton
  • Pagelaran Busana Keraton
  • Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton
  • Pertemuan Raja/Sultan Nusantara

Dengan kata lain, penyelenggaraan FKN untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, semangat perjuangan, dan cinta tanah air. Selain itu, memelihara kelestarian budaya dalam kesinambungan pembangunan bangsa Indonesia.

Sejauh ini FKN merupakan salah satu wujud pelestarian nilai-nilai budaya bangsa yang nyata. Sebagai warisan budaya bangsa, sudah sejak dulu Keraton dipandang sebagai pusat segala aktivitas sosial kemasyarakatan yang dihuni berbagai etnis dengan latar belakang, budaya, agama, yang berbeda. Tradisi dan peninggalan sejarah yang mempunyai nilai perjuangan bangsa, kebanggaan, serta kemanfaatan nasional, perlu tetap dipelihara dan dibina.

Cirebon bukan pertama kali sebagai penyelenggara FKN, kemenarikan Cirebon sebagai Kota Wali akan semakin bertambah dengan kedatangan raja-raja se-Nusantara akan berkumpul di Cirebon. Tak hanya dari dalam negeri, peserta helaran FKN XI ini pun diikutinya juga perwakilan dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. 

Untuk menyambut FKN XI, tentu saja ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti penataan Kota Cirebon sebagai tuan rumah. Penataan terutama dipandang penting di kawasan yang mengandung nilai sejarah, seperti Alun-alun Keraton Kasepuhan, Gua Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, maupun Keraton Kacirebonan.

Dengan kata lain, penyelenggaraan FKN untuk menumbuhkan kesadaran sejarah, semangat perjuangan, dan cinta tanah air. Selain itu, memelihara kelestarian budaya dalam kesinambungan pembangunan bangsa Indonesia.

Sejauh ini FKN merupakan salah satu wujud pelestarian nilai-nilai budaya bangsa yang nyata. Sebagai warisan budaya bangsa, sudah sejak dulu Keraton dipandang sebagai pusat segala aktivitas sosial kemasyarakatan yang dihuni berbagai etnis dengan latar belakang, budaya, agama, yang berbeda. Tradisi dan peninggalan sejarah yang mempunyai nilai perjuangan bangsa, kebanggaan, serta kemanfaatan nasional, perlu tetap dipelihara dan dibina.

Cirebon bukan pertama kali sebagai penyelenggara FKN, kemenarikan Cirebon sebagai Kota Wali akan semakin bertambah dengan kedatangan raja-raja se-Nusantara akan berkumpul di Cirebon. Tak hanya dari dalam negeri, peserta helaran FKN XI ini pun diikutinya juga perwakilan dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. 

Untuk menyambut FKN XI, tentu saja ada beberapa hal yang perlu dibenahi seperti penataan Kota Cirebon sebagai tuan rumah. Penataan terutama dipandang penting di kawasan yang mengandung nilai sejarah, seperti Alun-alun Keraton Kasepuhan, Gua Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, maupun Keraton Kacirebonan.

RUNDOWN ACARA  FKN XI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes:

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>